Jakarta, 11 Februari 2026
Partai Indonesia Raya (PARINDRA) mencermati dengan penuh keprihatinan sekaligus rasa tanggung jawab atas dinamika politik yang terjadi di tubuh Partai Berkarya, yang dalam beberapa pekan terakhir mengalami pembubaran kepengurusan di hampir seluruh daerah dan diikuti pernyataan sikap ribuan kader untuk bergabung dengan PARINDRA.
Sebagai mantan Sekretaris Jenderal Partai Berkarya hasil Musyawarah Nasional yang sah, saya memahami betul kegelisahan politik dan kekecewaan struktural yang dirasakan oleh rekan-rekan di daerah. Munas adalah forum tertinggi partai, dan setiap pengabaian terhadap mandat Munas berarti pengingkaran terhadap kedaulatan anggota. Demokrasi internal bukan hiasan retorika, melainkan jantung kehidupan partai.
PARINDRA tidak dibangun dari ambisi segelintir elite, melainkan dari kesadaran kolektif untuk mengembalikan marwah politik yang beretika, taat konstitusi, serta berpihak pada aspirasi rakyat. Karena itu, kami menyambut dengan tangan terbuka kehadiran para sahabat seperjuangan dari Sumatera, Jawa, Kalimantan, Sulawesi, Bali, NTB, hingga wilayah lainnya yang memilih berhimpun dalam rumah besar PARINDRA.
Namun perlu ditegaskan, PARINDRA tidak berdiri di atas reruntuhan partai lain. Kami berdiri di atas gagasan: bahwa politik harus dikelola dengan disiplin organisasi, penghormatan pada keputusan bersama, serta keberpihakan nyata kepada keadilan sosial. Setiap kader yang bergabung wajib tunduk pada AD/ART PARINDRA, mengedepankan persatuan, dan menolak politik transaksional yang merusak moral bangsa.
Kami mengajak seluruh elemen untuk menjadikan peristiwa ini sebagai pelajaran berharga. Partai politik bukan milik pribadi, melainkan amanah publik. Ketika aspirasi daerah dibungkam, ketika mekanisme organisasi dimatikan, maka kepercayaan akan runtuh dengan sendirinya.
PARINDRA berkomitmen menjadi wadah perjuangan yang demokratis, modern, dan berorientasi pada kepentingan rakyat. Konsolidasi nasional akan terus kami lakukan secara terukur dan bermartabat, tanpa caci maki, tanpa permusuhan, tetapi dengan keteguhan pada prinsip kebenaran organisasi.
Kepada seluruh kader yang baru bergabung, saya sampaikan: selamat datang di rumah perjuangan. Mari kita bangun politik yang beradab, memuliakan hukum, dan menghidupkan kembali harapan rakyat Indonesia akan keadilan dan kemakmuran.
Untuk Indonesia Raya yang Berdaulat, Adil, dan Bermartabat.
Hormat saya,
Prof. Dr. H. Irmanjaya Thaher, SH, MH
Ketua Umum Partai Indonesia Raya (PARINDRA)